Penyesalan Terdalam Nurul Arifin Usai Putrinya Meninggal Dunia

Faktajurnalisa.com - Nurul Arifin menyebut dirinya tak terlalu akrab dengan anaknya, Maura Magnalia Madyaratri selama hidupnya. Mendiang lebih dekat dengan suaminya.

"Maura sangat dekat sama bapaknya. Kalau yang laki, dekat sama saya. Mereka sendiri mendeskripsikannya seperti itu," ujar Nurul Arifin di rumah duka di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Meski begitu dekat dengan ayahnya, Maura Magnalia Madyaratri juga ingin mengikuti jejak Mayong Suryo Laksono untuk menjadi seorang guru.

"Ya kayak bapaknya lah demennya. Dia cita-citanya mau jadi dosen," kata Nurul Arifin.

Tetapi beberapa hari sebelum Maura Magnalia Madyaratri meninggal, Nurul Arifin ternyata menghabiskan waktu bersama putrinya.

"Pada hari Minggu, PAS dia belum bangun, aku pergi ke kamarnya, aku peluk, aku ajak makan," kata Nurul Arifin.

Bahkan setelah makan bersama, Nurul Arifin juga berbicara dengan Maura Magnalia Madyaratri. Selama itu, terucap dari bibir Maura bahwa dia mulai lelah karena tidak dapat memenuhi harapan orang lain.

Nurul Arifin sendiri bisa memberikan wejangan pada Maura Magnalia Madyaratri untuk tidak berpikir seperti itu. Sayangnya, wejangan Nurul itu menjadi yang terakhir untuk Maura setelah putrinya meninggal karena henti jantung.

Sekarang, penyesalan melanda batin Nurul Arifin karena tidak cukup dekat dengan Maura Magnalia Madyaratri.

"Tidak masalah, sudah terlambat ya," kata Nurul Arifin.

Related Posts