Dua Muallaf Cantik Ini Beberkan Tips Mereka Menghadapi Keluarga Yang Menentang



Faktajurnalisa.com - Memeluk ajaran Islam di tengah-tengah keluarga non-Muslim tentu memiliki tantangan dan cobaan tersendiri. Sebagian muallaf dapat dengan mudah diterima oleh keluarga, tetapi ada juga mereka yang kurang beruntung dengan mendapatkan pertentangan.

Mereka yang ditentang oleh keluarga sulit menemukan cara agar orang-orang terdekat mereka bisa menerima keputusan mereka.

Pertentangan dari keluarga pernah dialami oleh dua mualaf cantik dari Amerika Serikat, sebut saja namanya Aisyah dan Khadijah. Mereka mendapatkan reaksi menyedihkan ketika mereka sudah mantap memeluk agama Islam. Keduanya pun tips mereka dalam menghadapi keluarga masing-masing.

"Menurut saya, jika total orang tua kami menolak untuk mengantar kami dan memutuskan ikatan keluarga kami, saran saya keluar dulu untuk sementara waktu," kata Aisyah yang indah mengenakan jilbab putih, seperti dikutip dari saluran YouTube Barat, Minggu (7/11 / 2021).



Bukan tanpa alasan dia memberikan saran tersebut. Ini agar muallaf dapat berpikir jernih tentang cara yang lebih baik untuk menyampaikan kepada orang tua mereka.

"Alasan saya mengatakan ini adalah kita dapat menunjukkannya dengan cara lain. Alih-alih langsung frontal di hadapan orang tua dan berkata: ''Saya ingin masuk Islam, suka atau tidak," lanjutnya.

Dia juga menyampaikan cara yang dia lakukan ketika baru saja menjadi wanita Muslimah. Aisyah menunjukkan kepada orang tuanya melalui perbuatan baik, tidak hanya mengatakan.

"Misalnya, saya sarankan, dalam kasus saya, saya akan melakukan shalat di rumah dan orang tua saya melihat saya shalat, mereka hanya diam. Mereka hanya menyaksikan atau orang tua melihat saya membuat mukena sendiri dan seterusnya," jelasnya.

Bersyukur pada akhirnya reaksi dari kedua orang tua tidak memaki, tetapi lebih pada menerima. "Pada saat itu aku tidak berpikir untuk segera mengatakan menjadi muallaf, tetapi orang tua saya melihat saja. Reaksi orang tua tidak seperti: 'Apa-apaan kamu?' Tetapi orang tua hanya mengatakan: ''Terserah" lanjutnya.

Sejalan dengan kata-kata temannya, Khadijah juga mengatakan bahwa lebih baik menunjukkan dengan sikap dibandingkan dengan kata-kata terpuji.

"Saya pikir jika Anda memiliki keluarga dan teman yang tidak mendukung, atau tidak tahu apakah ini penting bagi kita, perlahan saja. Menurut saya, tindakan ini jauh lebih terdengar dengar daripada kata-kata," jelasnya.

"Jadi, jika kita tahu bahwa ada orang dalam hidup kita yang tidak mendukung. Hujani mereka dengan kebaikan, maka jika mereka bertanya kenapa, kembalikan ke Islam. Kita dapat mengatakan: 'Saya telah belajar Islam dan ingin menjadi orang yang baik" ungkapnya.

Bagi Khadijah, sangat penting untuk menunjukkan bahwa Islam mampu membuat seseorang menjadi lebih baik. "Saya menunjukkannya kepada mereka berdua, betapa bersemangatnya saya. Pada dasarnya saya menunjukkan Islam untuk membuat saya lebih baik dan lebih bahagia," katanya.

Upaya itu berbuah manis, sekarang orang tua dua gadis cantik mualaf ini telah menerima keislaman mereka. Bahkan mereka ikut berpartisipasi dalam meneliti ajaran Islam.

Wallahu a'lam bish shawab.










Related Posts