Pengakuan Gibran Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Diikuti Sosok Misterius

Faktajurnalisa.com - Beberapa waktu yang lalu seorang pendaki berusia 14 tahun hilang di Gunung Guntur. Pendaki bernama Gibran sempat hilang selama lima hari hingga membuat khawatir teman dan keluarganya.

Akhirnya, dia berhasil ditemukan kembali dengan kondisi lemas dan lecet pada kaki karena jatuh setelah memanjat tebing. Ketika dievakuasi, Gibran memberikan pengakuan yang tidak terduga.

Gibran mengaku bahwa saat dirinya menghilang, tak berada di 'dunia nyata'.

Hilang di Gunung Guntur, masuk ke dunia lain

Gibran sebelumnya menolak undangan temannya ke puncak Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Dia lebih suka tidak bergabung dan menetap di pos 3. Tetapi ketika temannya telah pergi, Gibran tiba-tiba sudah berada di dunia lain.

Diikuti oleh 5 Sosok tak dikenal berpakaian putih

Selama Gibran berada di dunia lain, ia mengaku diikuti oleh sosok 5 orang tak dikenal. Orang-orang berbaju serba putih, ada dua pria dan tiga wanita.

Ketika di dunia lain, Gibran lebih suka minum air sungai yang dia lihat begitu jernih. Sementara itu, lima sosok tersebut terus menerus menawarkan makanan secara bergantian.

Gibran mengaku ditawarkan oleh seorang wanita beras dan ikan. Namun, dia menolak lagi dan lebih suka minum air di sungai. Gibran lebih kuat dengan rasa lapar.

"Ada yang nawarin bekel, seorang perempuan. Nasi sama ikan, engga dimakan karena gak kenal," kata Gibran.

Tidak pernah merasa tersesat dan tidak pernah menjumpai malam hari

Pengakuan lain yang diungkapkan oleh Gibran adalah ketika dia menghilang dari dunia nyata, tetapi dia tidak pernah merasakannya. Gibran juga tidak pernah menjumpai malam hari.

Setiap hari dia selalu dihadapkan pada siang hari, jadi dia merasa hanya menunggu teman-temannya kembali dan menghabiskan waktu bermain. Gibran ditemukan tidak jauh dari pos tiga atau kisaran tim evakuasi.

"Namun, dia tidak mendengar suara dari tim evakuasi yang mencarinya," keterangan dalam unggahan.

Sementara di Gunung Guntur saja, dia tidak mendapatkan gangguan dari apa pun. Dia hanya merasa aneh ketika dia bangun dan keluar dari tenda tiba-tiba di sampingnya ada sungai.

"Tiba-tiba bangun di sungai. Sungainya berwarna kuning, airnya jernih. Tidak ada malam. siang hari, terang," kata Gibran.

Related Posts