Cerita Pilu Wanita Paruh Baya Bertahan Hidup Jadi Pemulung, Hanya Diupah Rp4 Ribu

Faktajurnalisa.com - Pilunya kehidupan dirasakan oleh seorang wanita paruh baya. Di usia tuanya, dia harus terus bekerja keras demi menyambung kehidupan.

Sementara kondisi fisik sebenarnya tidak mendukung pekerjaan karena sudah tua. Tapi apa yang bisa dibuat, dia terpaksa untuk mencari makanan.

Menjadi pemulung barang bekas

Nenek Sarinah adalah wanita paruh baya yang berusia 90 tahun. Di usia tuanya, dia masih harus berjuang untuk melawan kehidupannya yang kejam.

Dia bersedia membanting tulang mencari rezeki untuk menyambung hidupnya. Hanya bekerja dengan menjadi pemulung yang bisa dilakukan pada usia tuanya.

Bahkan dia bersedia berjalan di mana-mana dengan berjalan kaki sendirian. Seperti dibagikan oleh unggahan akun Instagram @rumahyatim, bahkan nenek Sarinah sering sakit karena ia menahan rasa lapar.

"Sering sakit ketika mencari rongsok, ternyata Nenek kelaparan," tulis informasi dalam unggahan.

Hanya dapat upah Rp4 ribu

Penghasilan yang dihasilkan juga sangat kecil dan jauh dari cukup kata untuk memenuhi kebutuhan. Per hari nenek Sarinah hanya bisa menghasilkan Rp. 4 ribu.

Anda dapat membayangkan, untuk memenuhi kebutuhan makanannya, dia hanya mendapat makanan darurat. Bahkan sering dia menahan lapar.

"Menggunakan tas kecil, nenek Sarinah mencari tutup botol bekas yang dicampur dengan sampah basah lainnya di bucket sampah di sekitar jalan. Penghasilan dari memulung Rp. 4.000 / hari," jelas keterangan.

Ingin rumah berkeramik

Dijelaskan di akun Instagram @rumahyatim, bahwa nenek Sarinah sangat ingin sebuah rumah dengan keramik. Bukan tanpa alasan, itu  karena kondisi telapak kakinya sangat terluka karena goresan aspal.

"Nenek Sarinah sangat ingin sekali rumahnya berluaskan keramik. Dikarenakan kondisi telapak kaki sang nenek sangatlah banyak luka gores akibat dari nenek memulung," lanjut keterangan yang tertera.

Related Posts