Kondisi Terakhir Jane Shalimar Sebelum Meninggal Dunia

Faktajurnalisa.com - Berita sedih datang dari Jane Shalimar. Dia meninggal pada usia 41 setelah berjuang melawan Covid-19 bersama dengan penyakit ilusi.

Menurut Olive, sahabat Jane Shalimar, kondisi kesehatan artis yang juga seorang politisi telah membaik sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Zaitun mengklaim dia tidak berharap. Terutama setelah pengembangan kondisi yang ditingkatkan, Jane Shalimar benar-benar meninggal.

"Akhirnya, aku masih di ICU, kemarin telah meningkatkan kejenuhannya, aku tidak tahu Tuhan akan menyukainya. Berdoa, aku harap khusnul khatimah," kata Olive, sahabat Jane Shalimar dihubungi melalui koneksi telepon ke AFP ke AFP. Minggu (4/7/2021).

"Kemarin itu sangat diperbarui kemarin dari dokter (ditingkatkan)," lanjutnya.

Jane Shalimar diindikasikan untuk terpapar Covid-19 pada 24 Juni 2021. Namun, apa yang membuat kondisinya lebih buruk karena memiliki penyakit ulung, yaitu asma.

Jane Shalimar, covid-19 positif harus bertarung lebih berat karena asma komorbid. Selain itu, Jane Shalimar juga mengalami pneumonia berat sehingga saturasi oksigen menurun secara dramatis.

Sebelum dia meninggal, Jane Shalimar dirawat di Rumah Sakit ICU JMC, Jakarta Selatan.

Dihubungi secara terpisah, Adhi, saudara ipar Jane Shalimar memohon pengampunan saudara iparnya dari semua kesalahan selama hidupnya. Pada 3 Juli 2021, Adhi melaporkan bahwa Jane Shalimar masih belum stabil.

"Maaf, saudara, jika ada yang salah," katanya.

Jasad Jane Shalimar direncanakan akan dimakamkan di Jeruk Kaffir TPU. Karena kondisi Jane Shalimar yang masih positif Covid-19, pemakaman akan dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Related Posts