Kisah Tragis Gadis Cantik yang Mendadak Jadi Gila Setelah Lamaran Kekasihnya Ditolak Orang Tua

 

faktajurnalisa.com - Kisah mengharukan datang dari seorang gadis yang ingin menikah dengan kekasih yang dicintainya, namun cintanya tidak disetujui oleh orang tuanya sendiri. Gadis itu menjadi gila karena cintanya tidak bisa bersama dalam sebuah hubungan pernikahan.

Gadis cantik bernama Yuli yang merupakan lulusan S1 ini tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa menikah dan membangun kehidupan baru dengan orang yang sangat dia cintai.

Kekecewaan, amarah, dan kesedihan yang ia rasakan membuatnya tak bisa menahan diri saat orang tuanya menolak lamaran dari pria yang dicintainya.

Akhirnya setelah melihat kenyataan yang terjadi, Yuli jadi gila, matanya kosong dan selalu termenung dan suka menyendiri.

Penyesalan juga muncul di wajah orang tuanya. Hingga akhirnya orang tua Yuli membawa Yuli kepada seorang ustad untuk bisa menyembuhkan Yuli.

“Mak… Aku minta kawin.” Suara itu terdengar parau menyayat hati, sepasang bola mata gadis malang itu terlihat membentuk lorong.

Nama gadis itu adalah Yuli.

Wajah cantiknya terlihat murung, seakan-akan cahaya di wajahnya sudah menyatu dengan separuh hatinya yang membuatnya terus melantunkan kalimat "Bu, aku minta nikah" seperti selotip yang rusak.

Terkadang, ketika seseorang meninggalkan hidup kita, dia juga mengambil setengah dari hati kita.

Yuli sedang berjuang melawan rasa sakit, menderu setengah dari hatinya untuk kembali sehingga hatinya utuh.

Namun, kerinduan Yuli seperti merindukan bulan, cinta yang telah lama ditunggunya untuk bersatu dalam bahtera rumah tangganya kandas ketika harus menghadapi kenyataan: Lamaran kekasihnya ditolak oleh orang tuanya sendiri.

Kini sang gadis sarjana S1 itupun menghabiskan waktunya dengan kejiwaannya yang terganggu.

Aku melihat kesedihan mendalam di dua pasang bola mata orangtua Yuli.

Mungkin mereka benar-benar merasa bersalah dengan apa yang mereka perbuat.

Bu Yuli mengerutkan kening, menatapku dengan penuh harap lalu membuka mulutnya, "Tolong, Ustadz ... Sembuhkan anak kami, Yuli ... Kami sekarang mengerti bahwa dia menikah dengan siapa saja selama anak kami sembuh"

“Saya hanya bisa berdoa dan berusaha, Bu. Saya akan berusaha meruqyah anak ibu semaksimal mungkin,” jawab saya tulus.

Saya juga membuat bumbunya yang efektif dari campuran daun bidara, daun sirih, jeruk nipis yang dicampur dalam ember besar berisi air lalu meruqyahnya.

"Yuli, kemarilah" kataku sambil menuntunnya ke tong merah berisi air.

Yuli menurut, tapi saya melihat langkah kakinya seperti mayat dalam ritual Ma'nene di Toraja.

Sangat cerdas, dia seperti mayat berjalan.

Dalam hatiku kupikir, luka di jiwanya ini pasti begitu dalam.

Saya menjadi sangat kasihan pada Yuli.

Selama proses meruqyah, dengan izin Allah, saya berusaha ikhlas ingin menyembuhkannya, ditambah lagi orang tuanya sangat menaruh harapan pada saya.

Selama berhari-hari saya meruqyahnya secara teratur

Lantunan demi lantunan ayat ruqyah kubacakan padanya, guyuran demi guyuran obat herbal telah tandas untuk mengobati gadis itu.

Alhamdulillah usai sesi ruqyah kesekian, saat Yuli membuka matanya setelah berkedip beberapa kali, matanya sudah tidak kosong lagi.

Allah telah mengisi kekosongan dengan cinta-Nya.

Wajah Yuli menjadi hangat dan cerah dengan kekuatan baru. Allah itu baik

Pada suatu kesempatan khusus Yuli akhirnya curhat pada saya.

Air matanya meleleh begitu wajahnya berusaha menahan emosi yang membuat wajahnya memerah.

"Ustadz, hatiku hancur sampai hancur ... orang tuaku tidak menyetujui aku menikah dengan pria yang kucintai, pada akhirnya entah kenapa dada ini terasa sangat sakit, kepalaku sakit sekali, dan aku kehilangan kesadaran. . Saya baru sadar setelah bertemu Ustaz "

Aku mengerutkan kening, curahan hati Yuli seakan menerpa hatiku. Aku berbisik pada diriku sendiri, aku tidak lebih beruntung darimu, Yuli. Aku pernah mencintai seseorang, tetapi tidak sampai tangan ini akan menggapainya, dia menolak cintaku. Masih ada kesempatan untuk memperjuangkannya ya Yuli, hanya saja kadang takdir ganas dan menghancurkan harapan. Membuat kita menganga harus menerima kenyataan.


Related Posts