Sosok Hafidz Quran yang Meninggal Seperti Tidur dan Saat Dikafani Jenazahnya Harum

Seorang pelajar tahfiz dari Indonesia, Muhammad Al Fatih Syukur, 18, ditemukan tewas di kamar tidurnya di Mesir pada 9 Februari dan diyakini mengalami serangan jantung.

Menurut sumber, arwah pendamping program Ma'had Syaraful Haramain di sini dimulai pada 2018 dan akan melanjutkan pengajiannya di Universiti Al-Azhar pada September 2021.

Pagi ini ketika berita kematiannya tersebar di halaman Facebook, saya tersentak karena yang saya tahu adalah roh tidak memiliki penyakit apa pun sebelum ini.

“Muhammad al-Fatih Syukur adalah salah satu murid terbaik disana dan termasuk yang paling awal menghafal 30 juzuk Al-Quran,” kata Zaenal Akhbar Mustaqin.

Menurut Zaenal lagi, makhluk halus kerap menjadi pendeta karena bersuara merdu.

“Tadi malam dia shalat Subuh, tapi Maghrib Allah memanggilnya pulang saat dia puasa sunat,” ucapnya.

Semangat Muhammad Al Fatih tidak hanya menghafal Al-Quran, ia juga menghafal Alfiyah Ibnu Malik, yaitu buku tata bahasa Arab yang ditulis oleh Ibn Malik periode ke-13.

“Roh juga pembawa akhlak dan perilaku yang baik. Hampir tidak meninggalkan jejak kejahatan, kecuali kebaikan, Tuhan mencintai dia dan keluarganya. Pada usia 18 tahun, Tuhan memanggilnya.

“Bagaimanapun bapak dan ibunya yang beruntung bisa memetik manfaatnya. Semoga amal kebaikannya diterima Allah dan segala dosanya diampuni oleh Allah SWT,” tandasnya.

Maklum, jenazah Muhammad Al Fatih akan dibawa kembali ke pangkuan ibu ayahnya di Ternate untuk dimakamkan di sana.

“Semoga Allahyarham menerima husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan akan diberi keberanian dan kesenangan. Aaminn .. Al-Fatihah,” ucapnya.

Related Posts