Kisah Aneh Seorang Ibu Dan Bayinya Yang Mengalami Gangguan Jin Pasca Melahirkan

faktajurnalisa.com - Ini sekelumit kisah seorang ibu saat melahirkan anak kelimanya. Satu kejadian yang agak berbeda. Penulisan cerita ini setelah mendapat persetujuan dari pihak yang berkepentingan dan ia meriwayatkan kronologi kejadian tersebut. Ini adalah kisah nyata yang saya alami, sebuah kejadian yang membuat saya terkesima dan terguncang ketika saya menyadarinya. Pada 27 September 2020, saya sudah merasakan kontraksi bayi dalam kandungan saya akan segera lahir. Sekitar jam 8 pagi saya pergi ke CPM untuk mengecek isinya, ternyata pembukaan 1. Kemudian pada pukul 09.30 adalah pembukaan 3, dan pada pukul 10.23 lahirlah seorang bayi perempuan dengan berat 3 kg. Berat badan ideal untuk bayi. Nah, antara pembukaan 3 sampai proses persalinan ini saya merasakan sakit yang luar biasa, sangat-sangat sakit, berbeda dengan kelahiran anak ke-1, ke-3 & ke-4 (anak ke-2 melalui SC). Setelah adik perempuanku lahir aku ditinggal sendirian, tidak dibersihkan dari darah persalinan (kata nakes ini aturan baru) & disuruh diam jangan bergerak sama sekali selama 2 jam. Menurut saya ini agak aneh, benarkah ada aturan baru seperti ini? Pukul 1 siang saya pulang ke rumah, tapi saya merasa perut saya mual seperti kontraksi hingga saya merasa lelah. Karena saya lelah menjelang senja seperti saya ingin tidur, saya berusaha agar mata saya tidak terkulai, tetapi tidak kuat. Ngantuk banget plus capek banget. Tiba-tiba antara sadar dan tidak sadar saya melihat ada seorang wanita sangat jelek jelek, rambutnya panjang, wajahnya hancur, mulutnya terbuka lebar berdiri di depan pintu tepat di depan saya terbaring. Secara spontan aku langsung membuka lebar mataku dan tidak ada siapa-siapa. Tidak lama setelah melihat wanita jelek itu saya melihat seorang anak laki-laki kecil hanya dengan celana pendek dan tidak ada baju lari ke arah kamar anak saya sebelah. Karena penasaran saya melihat ke kamar anak saya, ternyata mereka semua ada di kamar dan berpakaian lengkap. Sejak kejadian itu rasa capek saya tidak pernah hilang, bahkan punggung saya sangat sakit dari senja hingga subuh, setiap hari seperti itu. Dan adik bayi itu menangis sangat keras setiap malam (tidak seperti bayi pada umumnya). Padahal minum ASI sangat kuat karena ASI yang keluar bisa dikatakan banyak sampai banjir. Jadi setiap hari aku begadang sampai pagi karena adikku menangis dan tidak mau tidur, padahal kakak perempuannya tidak pernah menyuruhnya begadang kecuali ada yang sakit. Setiap hari saya kehilangan 1 kilo ... 4 Oktober 2020, Minggu. Aqiqahnya adik bayi, adikku sempat bertanya dan menegur "Ini gimana dulu anak-anakmu (kuning & kurus)?" dengan keheranan. Saya baru saja menjawab "Itu benar ..." Sang suami pun menegur "Kapan bayinya hamil?" selalu jawabanku adalah "Benar, nanti juga akan berisi" Aku juga terkadang bertanya dalam hati kenapa adik perempuan ini seperti ini, tapi seolah-olah aku menjawab diriku sendiri "Ini benar-benar ..." Setiap aku sadar dan bertanya kenapa kakak ini, selalu seperti ada bisikan "Ini dia ...." Jadi sepertinya ada 2 orang di dalam diriku, kadang di pikiranku seperti ada kontradiksi, seperti orang standar berdebat seperti itu. Karena saya hanya bersama anak-anak di rumah (4 anak, karena anak pertama meninggal ketika baru berumur 3 hari) saya merasa sangat lelah, emosi mudah tersulut, anak-anak melakukan sedikit kesalahan, emosi saya meledak padahal seharusnya tidak. t marah. Setelah marah, ada rasa penyesalan yang lain (seperti 2 orang yang berbeda dalam diri ini). Begitu seterusnya setiap hari karena suami bekerja, selalu seperti ada bisikan "Punya anak bikin susah, bikin capek, gak bisa apa-apa" pada dasarnya seperti bisikan negatif setiap hari sampai puncak bisikan seperti disuruh membunuh semua anak. "Bunuh saja! Bunuh saja!" Saya selalu kurus, saya meminta maaf lagi. Sekali lagi saya benar-benar merasa ada 2 orang yang berbeda dalam diri saya, seperti orang dengan kepribadian ganda. Aku hanya merasa marah, marah juga pada suamiku, seperti aku membencinya meskipun semua pekerjaan rumah telah dilakukan sebelum dia berangkat kerja. Tapi saya sangat kesal dengan tanah liat suami saya di rumah, saya tidak suka tanah liat suami saya di rumah. Suka menangis sendiri, sedih tanpa alasan. Dan sejak awal adik bayinya tidak mau digendong siapapun, bapaknya digendong dan banyak nangis, jadi memang selama 3 minggu pertama hanya adik bayi yang menggendongku, aku mandi, Saya mengurus semuanya sendiri dan selama 3 minggu itu juga saya tidak menyadari bahwa adik laki-laki bayi itu sangat kurus dan bahkan sangat kurus. Ayahnya selalu menegur "Kapan tubuhnya kenyang?" Jawaban saya masih sama "Benar" Tanggal 19 Oktober 2020, Senin pagi, ada tukang pijat datang karena saya berniat memijat adik bayi saya. Membuka pakaian adik bayi. Ketika sang adik membalikkan badannya untuk dipijat punggungnya, dia secara spontan terkejut. "Kenapa seperti ini?" Kondisi adik saya waktu itu keriput, pantatnya hanya tulang yang terbungkus kulit, ayahnya juga kaget, adik iparnya (nenek) juga kaget, dan saya masih belum tahu saat itu. Ketika bapaknya (suami) bertanya kepada mbok: "Menurutmu kenapa ade begitu mbok? Padahal minum ASI sangat kuat karena ASI sampai banjir juga." Nah, di situlah saya terkejut. "Kenapa saudara?" Saya mulai panik dan sangat ingin mendengar penjelasan ibu yang mengatakan mungkin ada kelainan tulang atau pertumbuhan bla bla bla ... Setelah kakak saya dipijat, kemudian saya dipijat lagi, jadi ketika saya dipijat lagi, saya disadarkan bahwa ASI saya tidak keluar, padahal selama 3 minggu itu, saya merasa adik saya banyak minum ASI. dan saya biasa menumpahkannya dari mulutnya. Payudara saya juga membengkak jika saya lambat menyusui. Makin panik karena ternyata ASInya tidak keluar, saya mulai berpikir ada yang tidak beres yang menyebabkan adik bayi menjadi kurus. Akhirnya, saya menyuruh suami saya memberi saya air untuk diminum. Setelah meminum airnya, saya sadar bahwa saya mengingat semuanya, selama ini selalu kontradiktif di benak saya, ingat juga ketika saya sendiri kadang bertanya kenapa bayi kurus tapi saya selalu menjawab dalam benak "Ini seperti ini ..." Saat uti (ibuku) datang, dia langsung menyarankan "Coba hubungi ustadz siapa ruqyah mama dulu" Masih ada pemikiran yang saling bertentangan di benak saya. Saya bilang, “Enggak perlu, Bu, ayah saya sudah bercerita tentang hal ini. Tidak apa-apa. Saya akan mencoba mendapatkan ASI lagi atau membeli sufor nanti”. Itulah jawaban saya. Uti berkata lagi, "Nduk, kalau mata kita berkelap-kelip, tidak mungkin meniup sendiri, saya harus menyuruh orang lain untuk meniup. Coba saja hubungi Ustadz karena sudah berapa kali mama di ruqiyah di sana" Saya sadar kembali, akhirnya saya langsung WA ustadz Abu Falah hari itu juga baru menyadarinya. Beberapa jam kemudian saya merasa baikan lagi, dan saya disuruh melarang suami saya mengundang ustadz. Namun sang suami tetap diundang. Akhirnya malam itu ustadz meruqyah aku. Ketika Ustadz Abu Falah baru memulai ruqyah, reaksi aneh ditunjukkan oleh adik bayi yang saya tempatkan di sebelah saya. Adik laki-laki itu langsung menangis begitu keras sehingga harus digendong oleh ayahnya, dan terus menangis begitu keras selama saya di ruqyah. Tangisan kakak saya berhenti setelah saya muntah dan saya merasakan sesuatu yang besar keluar dari mulut saya. Setelah tangisannya berhenti, adik bayi itu tertidur dan tidak terganggu dengan proses ruqyah, padahal suara Ustadz Abu Falah cukup nyaring. Saat diruqyah, saya kejang dan muntah banyak. Menurut apa yang disampaikan oleh ustadz dan suaminya setelah ruqyah, ada beberapa jin yang bersemayam di tubuh saya, di antaranya di pundak yang memang selalu terasa berat setelah melahirkan, terutama saat menyusui bayi. Lalu ada juga kepalanya, dan satu lagi ada jin yang bersemayam di dada. Kecurigaan ustadz bahwa ada jin yang hidup di sana karena adik bayinya meminum ASI yang sangat kuat namun tubuhnya tidak kenyang tetapi bertambah kurus seperti bayi yang kurang gizi. Maka Ustadz Abu Falah meminta bantuan suaminya untuk memencet payudaranya dan ternyata ada reaksi. Oh ya, 3 hari sebelum saya di ruqyah saya melihat seorang laki-laki tanpa baju berdiri di depan kamar sekitar jam 3 pagi. Awalnya saya curiga sosok itu suami, tapi setelah sholat subuh saya tanya suami saya dia tidak berdiri di depan kamar. Usai ruqyah, wajah adik bayi terlihat segar tapi urat di kepalanya jelas bergerak, perutnya juga sangat jernih, ususnya ada di belakang kulitnya, tulang dadanya juga terlihat jelas dari balik kulitnya, tubuhnya sangat kurus. , kakinya berkerut, tangannya keriput. Kulitnya mengelupas seperti bayi yang baru lahir, warna kulitnya juga mulai memerah dengan darah karena sebelumnya sudah kuning, sangat kuning, seperti tidak ada darah. Rambutnya mulai tumbuh lagi. Ada lagi penyesalan di hatiku kenapa baru kusadari setelah adik bayiku begini, sedih lagi, sangat menyesal, menangis, memimpikan tatapan kosong lagi. Ayahnya mengingatkan dia untuk tidak melamun, tidak terlihat hampa, tidak bersedih karena merasakannya adik bayi. Alhamdulillah berhasil melawan perasaan sedih tersebut. Tapi setiap malam mimpi diserang ular, wanita jelek datang lagi, mimpi diserang banyak binatang. Pada tanggal 29 Oktober 2020 Ustadz Abu menanyakan perkembangan setelah ruqyah, dan saya ceritakan tentang perkembangan yang terjadi. Kemudian ustadz menyarankan agar ruqyah dikembalikan. Disepakati pada Sabtu malam 31 Oktober 2020 di ruqyah lagi. Masih ada reaksi muntah tapi tidak sekuat ruqyah pertama. Alhamdulillah, sehabis dua kali ruqyah sudah tidak tersedia gangguan lagi, adik bayi juga sudah pulih, pipinya, paha & tangannya sudah memuat lagi. ASI juga sudah ulang lancar, tidak dulu ulang begadang malam. Bangun cuma kasih ASI saja tidur kembali, suara tangisan bayi sudah normal seperti bayi terhadap umumnya, tidak ulang keras seperti amat dipaksa suaranya.


Related Posts